Minggu, 15 Maret 2026
Detail Berita Kembali
Berita

Memperingati Peristiwa Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato Surabaya, Teatrikal Perobekan Bendera Belanda Digelar di Surabaya

post-img

DPMPTSP Kota Surabaya -  Dalam rangka memperingati sejarah heroik Kota Pahlawan, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya menggelar kegiatan Peristiwa Perobekan Bendera di Hotel Yamato yang dikemas melalui teatrikal bertajuk “Insiden Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato Surabaya”. Acara ini berlangsung pada Minggu, 21 September 2025, di kawasan Hotel Majapahit Surabaya (Ex Hotel Yamato), Jalan Tunjungan Surabaya.

Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang keberanian arek-arek Suroboyo yang pada 19 September 1945 menurunkan bendera Belanda di atap Hotel Yamato, lalu merobek bagian birunya sehingga berkibar Sang Saka Merah Putih. Peristiwa heroik tersebut menjadi tonggak semangat perjuangan rakyat Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Teatrikal Surabaya Merah Putih ditampilkan dengan penuh semangat oleh para seniman lokal, pelajar, komunitas sejarah Surabaya dan tidak terlewat Walikota Surabaya Dr. Eri Cahyadi, S.T., M.T ikut meramaikan pagelaran ini. Adegan demi adegan menggambarkan ketegangan diplomasi, keberanian rakyat, hingga momen bersejarah perobekan bendera Belanda yang kemudian disambut sorak-sorai perjuangan rakyat. Dalam kesempatan tersebut, hadir pula jajaran Forkopimda Kota Surabaya, veteran pejuang, serta tokoh masyarakat. Mereka memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang tidak hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Surabaya menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai nasionalisme dan kebersamaan. Teatrikal “Insiden Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato Surabaya” diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat cinta tanah air, sekaligus memperkuat identitas Surabaya sebagai Kota Pahlawan.

About Us

The argument in favor of using filler text goes something like this: If you use arey real content in the Consulting Process anytime you reachtent.

Instagram

Cart