Berita Terkini
Kembangkan Smart City, Pemkot Surabaya Berkolaborasi Dengan UNESCAP dan Startup
Festival Rujak Uleg Surabaya Masuk Dalam Daftar 110 Kalender Nasional "Kharisma Event Nusantara"
Kelurahan Kalijudan Gelar Sosialisasi Kampung Pancasila untuk Perkuat Peran Warga
Memperingati Peristiwa Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato Surabaya, Teatrikal Perobekan Bendera Belanda Digelar di Surabaya
Sosialisasi PeSoNA BuAyA, Sosialisasi dan Fasilitasi Pendampingan Pembuatan NIB untuk Pedagang Pasar Tradisional Benowo


Berita dan Artikel
Pemkot Surabaya Pantau Kualitas Udara dengan Indeks Pencemaran Udara Menggunakan 5 Parameter
- By -
- 24 August 2023
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tengah mengupayakan untuk menjaga kualitas udara di Kota Surabaya. Salah satunya adalah dengan pemantauan rutin kualitas udara melalui Sistem Pemantau Kualitas Udara Ambient (SPKUA) dan alat portabel. Saat ini terdapat 3 (tiga) alat pemantau Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Surabaya. Sistem Pemantau Kualitas Udara Ambient (SPKUA) Wonorejo, Kebonsari, serta Tandes. Diantara ketiga alat tersebut, dua diantaranya milik pemkot dan satu lainnya adalah milik pemerintah pusat.
ISPU Air Quality Monitoring System (AQMS) di Stasiun Wonorejo dan Kebonsari menggunakan 5 parameter dalam mengukur kualitas udara di Kota Surabaya. Parameter yang digunakan tersebut antara lain, SO2 (sulfur dioksida), NO2 (nitrogen dioksida), O3 (ozon), CO (karbon monoksida), dan PM10 (partikulat). Dengan parameter tersebut Dinas Lingkungan Hidup mencatat bahwa mulai Januari – 14 Agustus 2023, data ISPU hari baik sebanyak 58 dan hari sedang sebanyak 168.
Sedangkan untuk ISPU AQMS di Stasiun Tandes yang menggunakan 7 parameter pengukuran udara, yakni SO2 (sulfur dioksida), NO2 (nitrogen dioksida), O3 (ozon), CO (karbon monoksida), HC (hidrokarbon), PM10 dan PM2.5 (partikulat). Dengan parameter tersebut menunjukkan, bahwa mulai Januari – 17 Agustus 2023, data ISPU hari baik sebanyak 129 dan hari sedang sebanyak 100.
Selain memanfaatkan alat stasiun pemantauan udara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana menambah peralatan pemantauan udara portable yang nantinya akan ditempatkan tersebar di beberapa titik di Kota Surabaya. Yang kemudian data hasil pemantau udara portable itu akan dianalisa dan dibandingkan dengan ISPU untuk pengkajian lebih lanjut.